Autobiografi


Nama saya Sofhie Myra, biasa dipanggil Sofhie. Saya lahir di Jakarta, 10 Maret 2001. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Nama ayah saya Indra Cahyadi dan ibu saya Syeliawaty. Pekerjaan ayah saya adalah karyawan swasta dan ibu saya adalah ibu rumah tangga.  Sejak kecil orang tua saya mengajarkan untuk bersikap baik, jujur dan sopan terhadap sesama. 

Saat berusia 6 tahun, saya bersekolah di SDN Kemanggisan 19 Jakarta Barat. Kemudian setelah lulus dari bangku sekolah dasar, saya melanjutkan pendidikan di SMP Katholik Sang Timur. Sebenarnya saya bisa melanjutkan pendidikan di SMP Negeri, tetapi orang tua saya khawatir dengan hasil Ujian Nasional saya yang tidak memuaskan. Akhirnya saya didaftarkan oleh orang tua saya di SMP swasta. Namun setelah pengumuman Ujian Nasional SD diumumkan, ternyata nilai yang saya dapatkan cukup memuaskan dan bisa masuk ke SMP Negeri.  Namun karena sudah mendaftar di SMP swasta, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan pendidikan di SMP Katholik Sang Timur. Tentu tujuannya agar saya lebih mendalami agama. Kemudian tahun 2016 saya lulus dari SMP dengan hasil yang memuaskan, sehingga saya bisa masuk ke SMA Negeri 23 Jakarta.

Ketika menginjak tahun pertama di SMA, saya mengikuti banyak kegiatan dan perlombaan.  Tahun pertama saya mengikuti ekstrakulikuler paskibra, kemudian di utus untuk menjadi Polisi Keamanan Sekolah (PKS). Tahun kedua, saya mengikuti lomba FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) karena saya mempunyai hobi di bidang seni. Namun saya tidak terlalu menekuni bidang tersebut, akhirnya saya hanya mendapatkan juara harapan tiga. Dari pengalaman mengikuti FLS2N, saya bisa belajar untuk lebih fokus lagi jika ingin menjadi juara satu. Pada waktu yang bersamaan, tepatnya pada tahun kedua di SMA, saya menjabat sebagai ketua Marching Band. Saya pernah tampil di sekolah sebagai komando snare dan sebagai mayoret.

Dan hal yang paling berkesan selama hidup saya sampai saat ini adalah menjadi Penari Saman pada Opening Asian Games 2018. Pada waktu menginjak tahun terkahir di SMA, sekolah saya mendapat kesempatan untuk mengisi acara Opening Asian Games 2018 sebagai Penari Saman. Karna kuotanya terbatas, jadi hanya sekitar 70 orang yang bisa mengikuti acara ini. Saya masuk dalam salah satunya. Pengalaman yang aku dapatkan selama latihan untuk Opening Asian Games 2018 sangatlah berkesan. Dengan waktu latihan kurang lebih 6 bulan, saya dan 1500 orang harus kompak bersatu untuk menampilkan yang terbaik karna kami dilihat oleh seluruh dunia.

Sekarang saya sudah lulus SMA dan melanjutkan pendidikan di Universitas Esa Unggul. Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ini, karena saya mendapatkan beasiswa 100% selama 4 tahun. Saya sudah berkomitmen dengan diri saya sendiri, dengan lebih giat lagi dalam belajar agar bisa sukses dikemudian hari dan tidak mengecewakan orang – orang disekitar saya.
NIM : 20190302060
Matkul : Bahasa Indonesia – KJ01
Dosen : Silvia Ratna Juwita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Lamaran dan CV